IPOL.ID – Sebuah video singkat berujung panjang. Aksi joget yang dilakukan Hendrik Irawan, pengelola dapur program makan bergizi gratis (MBG) di Batujajar, Bandung Barat, mendadak viral dan berakhir pada penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) miliknya.
Dalam video yang beredar di media sosial, Hendrik tampak berjoget sambil diduga memamerkan pendapatan hingga Rp6 juta per hari dari program MBG. Cuplikan itu cepat menyebar, memicu reaksi keras warganet.
Tak lama berselang, Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah. SPPG yang dikelola Hendrik dihentikan operasionalnya untuk sementara.
Dalam video klarifikasi terbarunya yang dilihat ipol.id, Rabu (25/3), Hendrik meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat dan pihak BGN. Ia mengonfirmasi bahwa izin operasional satuannya telah dicabut sementara oleh BGN.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan saya Hendrik dari SPPG Pangauban. Saya memohon maaf kepada netizen yang terus menghujat saya, walaupun saya sudah klarifikasi. Izin saya diberhentikan oleh Ibu Nanik Selaku wakil Badan Gizi Nasional. Mungkin netizen merasa puas. tidak apa-apa yang penting, saya sudah meminta maaf berapa kali kepada netizen,” ucap Hendrik.
