Menurutnya, keributan dipicu oleh kesalahpahaman antarjamaah yang berujung pada aksi saling pukul. Dugaan sementara, salah satu pihak merasa ponselnya diambil oleh jamaah lain.
“Awalnya salah paham. Ada yang mengira HP-nya diambil, lalu yang dituduh tidak terima. Sama-sama emosi akhirnya terjadi tonjok-tonjokan,” jelasnya.
Dedi menambahkan, jamaah yang terlibat dalam keributan tersebut diduga masih berusia remaja.
“Sepertinya anak-anak, sekitar usia SMP. Mungkin belum bisa menahan emosi,” tambahnya.
Beruntung, keributan tidak berlangsung lama dan berhasil dilerai oleh jamaah lain serta aparat keamanan. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah situasi cepat terkendali,” pungkasnya.(Vinolla)
