Ia juga menyebut bahwa pihak desa baru mengetahui insiden tersebut setelah video viral di media sosial. Berdasarkan penelusuran, wanita dalam video tersebut bukan merupakan warga setempat.
“Dari informasi yang kami dapat, yang bersangkutan berasal dari wilayah Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Bawang, AKP Slamet, mengatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengamanan selama acara berlangsung. Namun, kejadian tersebut terjadi di luar pengawasan langsung petugas.
“Kami sudah melakukan pengamanan, tetapi peristiwa itu terjadi di luar waktu utama kegiatan,” katanya.
Pihak kepolisian bersama pemerintah desa dan kecamatan kini telah berkoordinasi untuk menjaga situasi tetap kondusif. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak sosial dari kejadian tersebut.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan kembali video yang dianggap sensitif tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan konten yang tidak pantas,” tegasnya.
