Pihak kepolisian dari Polres Bangkalan yang menerima laporan segera melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Imtama, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut. Namun, keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi.
Dari keterangan keluarga, diketahui Sanarji memiliki riwayat penyakit jantung dan sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih dua bulan.
“Berdasarkan hasil keterangan saksi dan pihak keluarga, korban diduga meninggal dunia akibat penyakit jantung,” jelasnya, Selasa (7/4/2026).
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan, khususnya bagi penderita penyakit jantung yang berisiko mengalami kejadian mendadak.(Vinolla)
