Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di kalangan generasi muda. “Pelestarian bahasa daerah perlu terus didorong melalui penguatan vitalitasnya kepada generasi muda agar tingkat kepunahan dapat ditekan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Kemendikdasmen melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Rektor IAIN Takengon, Rektor UIN Ar-Raniry, dan Rektor Universitas Syiah Kuala. Penandatanganan tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra Indonesia dan daerah. Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan tridarma perguruan tinggi, riset kebahasaan dan kesastraan, peningkatan literasi masyarakat, pelatihan kebahasaan, revitalisasi bahasa daerah, pengembangan bahan ajar, serta pelibatan mahasiswa dan dosen dalam program strategis kebahasaan.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan capaian yang telah dibangun sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. “Kami akan terus berdiskusi dan berupaya meningkatkan kinerja Balai Bahasa Provinsi Aceh. Kami mohon dukungan dari seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
