Sinergi dan Kolaborasi Pemajuan Literasi Bersama Pemerintah Daerah
Dalam kesempatan lain, Badan Bahasa juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banda Aceh atas komitmennya dalam mendukung pelestarian bahasa Aceh yang telah berlangsung di SD dan SMP di Banda Aceh. Upaya menjaga bahasa daerah dinilai penting sebagai bagian dari pelindungan warisan budaya dan penguatan identitas lokal.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengajak sekaligus tantangan Kota Banda Aceh untuk dapat melaksanakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) secara masif kepada seluruh murid di Banda Aceh. Menurutnya, gerakan bersama ini berpotensi mencatat sejarah rekor MURI melalui pelaksanaan UKBI serentak dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. “Banda Aceh memiliki semangat pendidikan yang kuat. Jika dilaksanakan bersama-sama, saya optimistis Banda Aceh dapat menjadi pelopor dan bahkan memecahkan rekor MURI sebagai kota pelaksana UKBI serentak terbanyak di Indonesia,” ujar Kepala Badan Bahasa.
Senada dengan hal itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyatakan dukungan penuh terhadap program-program Badan Bahasa. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh siap menindaklanjuti melalui Dinas Pendidikan serta Sekretaris Daerah untuk memperkuat pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di wilayahnya. “Kota Banda Aceh adalah kota kolaborasi. Kami siap bersinergi dengan Badan Bahasa dan seluruh pihak untuk kemajuan Kota Banda Aceh, termasuk dalam penguatan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah,” ujar Wali Kota Banda Aceh.
