Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Bayi Menangis Kesakitan Saat Ditotok, Praktik Ini Bikin Warganet Murka
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Bayi Menangis Kesakitan Saat Ditotok, Praktik Ini Bikin Warganet Murka
Nusantara

Bayi Menangis Kesakitan Saat Ditotok, Praktik Ini Bikin Warganet Murka

Iqbal
Iqbal Published 24 Apr 2026, 09:50
Share
3 Min Read
bayi nangis
Tangis histeris seorang bayi berbaju oranye saat menjalani terapi “totok sirih” memicu keprihatinan publik. Alih-alih mendapatkan sentuhan lembut, bayi tersebut justru menerima tekanan yang dinilai terlalu keras dan berisiko. Foto: Tangkap layar TikTok @pakhaba.999
SHARE

Menanggapi kritik yang ramai bermunculan, pemilik praktik memberikan klarifikasi. Ia mengklaim bahwa teknik “totok sirih” memiliki manfaat bagi anak, salah satunya membantu balita tidur lebih nyenyak dan tidak rewel di malam hari.

Namun, pernyataan tersebut justru menuai perdebatan lebih luas. Sejumlah warganet berpendapat bahwa kondisi anak yang tertidur setelah terapi bukan disebabkan efek relaksasi, melainkan kelelahan akibat menangis dan menahan rasa sakit.

Tenaga kesehatan dan orang tua pun ikut menyuarakan kekhawatiran. Mereka menilai praktik tersebut berpotensi menimbulkan berbagai risiko, mengingat kondisi fisik balita yang masih sangat rentan.

Struktur tulang dan otot anak yang masih dalam masa pertumbuhan dinilai tidak kuat menerima tekanan keras, apalagi dengan alat seperti kayu pijat. Risiko cedera seperti memar, gangguan otot, hingga patah tulang pun menjadi kekhawatiran utama.

Baca Juga

Ujian praktik SIM yang sempat dikritik netizen.
Netizen Kritik Ujian Praktik Pembuatan SIM, Kapolri: Kami Instruksikan untuk Diperbaiki

Selain itu, pengalaman menyakitkan yang dialami anak dikhawatirkan dapat menimbulkan trauma jangka panjang, terutama terhadap sentuhan fisik maupun prosedur medis di kemudian hari.

Previous Page123Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Bayi Menangis, Ditotok, Kesakitan, praktik, Warganet Murka
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article dokt Sering Dibilang Overthinking, Ternyata Insting Ibu Justru Kunci Deteksi Dini Kesehatan Anak
Next Article GADAI EMAS 2 Transaksi Gadai Meningkat Pasca Lebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas sebagai Sumber Likuiditas Tanpa Kehilangan Aset

TERPOPULER

TERPOPULER
tl2
Telkom

Hari Bumi 2026, Telkom Pertegas Langkah Strategis Menuju Masa Depan Berkelanjutan

HeadlineJakarta Raya
Tragis! Dua ART Loncat dari Kos Majikan di Benhil, Satu Meninggal
24 Apr 2026, 10:30
Headline
Bareskrim Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Santri
24 Apr 2026, 13:35
Ekonomi
Transaksi Gadai Meningkat Pasca Lebaran, Masyarakat Ambalawi Manfaatkan Emas sebagai Sumber Likuiditas Tanpa Kehilangan Aset
24 Apr 2026, 10:00
Hukum
KPK Dalami Kerugian Negara Terkait Korupsi Dinas PUPR Mempawah
24 Apr 2026, 15:05
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?