Atas kejadian tersebut, pihak BGN memastikan bakal menanggung seluruh biaya pengobatan korban dan langsung menghentikan operasional dapur terkait.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menerangkan, pihaknya akan tetap bertanggungjawab atas insiden terjadi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” kata Nanik, Sabtu (4/4/2026).
Dia memastikan telah menghentikan operasional SPPG tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nanik mengungkapkan, SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan pada Kamis lalu.
Menu disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi.
Total hingga saat ini di identifikasi sebanyak 60 orang terdampak dugaan keracunan MBG.
