IPOL.ID – Mengenyam pendidikan hingga tuntas merupakan impian setiap anak di Indonesia. Namun, keterbatasan ekonomi sering kali menjadi penghalang besar yang memutus harapan dan membuat anak-anak meninggalkan bangku sekolah. Kisah haru datang dari Ahmad Lutfi, seorang remaja asal Sragen, Jawa Tengah, yang berhasil kembali bersekolah berkat hadirnya Sekolah Rakyat
Lutfi, anak sulung dari Punijah (45), seorang buruh tani serabutan yang menjadi tulang punggung keluarga. Kondisi ekonomi yang serba kekurangan, membuat pendidikan Lutfi sempat terhenti. Lutfi bahkan harus bekerja di pabrik kerupuk di kawasan Tanon, Sragen, demi menambah penghasilan keluarga.
Harapan untuk duduk di bangku sekolah terjawab saat Lutfi diterima di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 78 Sragen. Program ini menyediakan berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari seragam, sepatu, hingga makanan sehari-hari, yang ditanggung oleh pemerintah. ” Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur. Saya tidak mampu, tapi anak saya bisa sekolah lagi, dibimbing dengan baik,” ungkap Punjiah dilansir Kemendikdasmen pada Jumat (24/04/2026).
