Meski tidak ada laporan kasus pada manusia selama lebih dari satu dekade, sejumlah wilayah di Pulau Jawa masih dikategorikan sebagai daerah fokus, seperti Kabupaten Pasuruan, Boyolali, Sleman, dan Bandung.
Choirul mengingatkan bahwa ketiadaan kasus bukan berarti penyakit tersebut telah hilang sepenuhnya.
Sebagai langkah pencegahan, BRIN merekomendasikan penguatan sistem surveilans terpadu yang mencakup pemantauan pada manusia, hewan, dan vektor penyakit. Selain itu, peningkatan sanitasi lingkungan serta pengawasan wilayah bekas endemis dinilai penting untuk mencegah potensi wabah di masa mendatang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam mengendalikan populasi tikus, guna meminimalkan risiko penularan penyakit pes.(Vinolla)
