Pemanfaatan teknologi seperti InaRISK dinilai menjadi kunci integrasi data bahaya, kerentanan, dan kapasitas dalam satu platform. Dengan pendekatan ini, cagar budaya tidak hanya dilindungi, tetapi dikelola secara adaptif terhadap ancaman bencana.
Pada akhirnya, cagar budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, adalah identitas bangsa dan memori kolektif yang harus dijaga.
“Melindunginya dari ancaman bencana bukan hanya soal kebijakan, melainkan tanggung jawab bersama,” katanya. (Joesvicar Iqbal)
