Setelah melakukan prosedur pelontaran diri (ejection), kopilot tersebut berhasil mendarat di area pegunungan dan berlindung di sebuah celah sempit.
Meski sempat tidak terdeteksi oleh radar kedua belah pihak, namun ia dibekali dengan alat pelacak dan radio hingga akhirnya ditemukan oleh CIA.
Dalam operasi itu, Central Intelligence Agency (CIA) juga disebut menjalankan kampanye penipuan, dengan menyebarkan narasi bahwa pilot telah lebih dulu dievakuasi lewat jalur darat.
Menurut laporan tersebut, kopilotnya merupakan petugas sistem persenjataan.
Di sisi lain, pihak Teheran melalui stasiun televisi Press TV melaporkan jika Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat AS di selatan Isfahan yang sedang mencari keberadaan pilot tersebut.
Kantor berita Tasnim bahkan sempat mengklaim bahwa pilot tersebut kemungkinan besar sudah berada dalam tahanan pasukan Iran. (far)
