Kerugian materiil tercatat meliputi 467 unit rumah terdampak, 2 unit rumah terancam, 2 fasilitas pendidikan terdampak, 4 jembatan terdampak, serta 3 titik tembok penahan tanah (TPT) mengalami kerusakan.
Hingga Minggu (19/4), kondisi banjir dilaporkan berangsur surut dan sebagian besar warga telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, sebagian warga di Desa Rengasjajar masih mengungsi di Masjid Al-Kautsar karena rumah mereka masih dipenuhi lumpur. Akses jalan dan jembatan saat ini sudah dapat dilalui.
Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam dua hari ke depan atau 20–21 April 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di wilayah Sumatra, Jawa, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi, serta Papua.
Hujan lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari. Beberapa wilayah seperti Riau, Kalimantan Utara, dan sebagian Nusa Tenggara cenderung mengalami kondisi lebih kering dengan potensi peningkatan titik panas (hotspot) yang juga dapat memicu karhutla.
