Film ini turut menorehkan prestasi dengan masuk kompetisi utama Sundance Film Festival 2026, yang hanya diikuti sepuluh film pilihan dari berbagai negara. Selain itu, Para Perasuk juga dijadwalkan tampil di sejumlah festival internasional lain, termasuk Miami, Brasil, dan Eropa.
Wregas mengaku sempat khawatir apakah penonton internasional dapat memahami budaya kerasukan yang diangkat dalam film tersebut. Namun, respons positif justru diterima saat penayangan di Sundance.
“Kami dapat standing ovation, padahal awalnya khawatir apakah penonton luar bisa memahami konteks budaya ini,” ujarnya.
Di sisi lain, produser Iman Usman mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam produksi film ini adalah keterbatasan anggaran di tengah skala produksi yang besar.
“Biaya film cukup besar, jadi tantangan utamanya memang di budget,” kata Iman.
Meski menghadapi berbagai kendala, ia menilai kolaborasi antar kru dan pemain menjadi kunci utama dalam menyelesaikan produksi. Pendekatan kolektif tersebut membuat proses kreatif berjalan lebih dinamis.
