Set keempat, berlangsung dramatis dan penuh determinasi. Kedua tim saling kejar-mengejar angka. Tak ingin pertandingan berlanjut ke full set, LavAni kembali mengintensifkan serangan. Melalui blok-blok poin dari Hendra Kurniawan dan penyelesaian akhir yang dingin dari Boy Arnes, LavAni akhirnya menyudahi perlawanan sengit Bhayangkara dengan skor 25-22.
Rekor Sempurna Menuju Grand Final
Hasil ini membawa LavAni Livin’ Transmeda melangkah ke partai puncak dengan kepercayaan diri tinggi.
Asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni, menegaskan bahwa timnya belum berada di level “monster” yang ia inginkan.
Dalam laga tersebut, dia menyebut Alfin Danil dkk tampil menekan sejak set awal. Namun, di balik kemenangan tersebut, ada yang disorotinya yaitu Receive.
“Pemain kami masih kedodoran menerima servis pemain asing Bhayangkara. Inginnya kami, sekali terima servis, langsung balas serangan dan bola mati di pihak lawan,” tegas Erwin.
Selain faktor teknis, cuaca ekstrem Kota Semarang ternyata menjadi lawan tambahan bagi LavAni. Fisik pemain terkuras habis, membuat performa mereka dinilai belum mencapai titik optimal 100 persen.
