Kemenangan di Semarang menjadi suntikan moral luar biasa bagi libero LavAni, Irpan. Ia menyebut kemenangan ini adalah modal berharga untuk tampil lebih percaya diri di Grand Final.
Di kubu Bhayangkara Presisi sang juru taktik Reidel Alfonso Gonzalez Toiran menanggapi kekalahan ini dengan kepala dingin. Baginya, kekalahan di Semarang hanyalah bagian dari proses menuju puncak performa.
Toiran blak-blakan menyebut bahwa kekuatan pasukannya saat ini belum optimal, karena level performa baru menyentuh angka 60%. Dia menyebut evaluasi utama komunikasi antar-pemain dan koordinasi lapangan yang masih sering “miss”.
Optimisme serupa dilemparkan oleh Rendy Tamamilang. Bintang voli nasional ini tak gentar meski timnya baru saja terjungkal. Bagi Rendy, laga ini adalah bahan evaluasi mahal untuk meminimalisasi ”unforced errors” di Yogyakarta nanti.(bam)
