Meski kalah di set sebelumnya, Lodi tetap mempertahankan komposisi pemain pelapisnya di set keempat. Di sisi lain, Electric PLN tetap tampil dengan kekuatan penuh termasuk duet Ozsoy-Bajema.
Namun, kepercayaan diri para pemain muda Phonska justru memuncak. Mereka mampu meredam serangan lawan dan unggul telak 16-9 di pertengahan set. Walaupun laga sempat berjalan monoton karena dominasi sepihak, Phonska Plus tetap konsisten hingga kedudukan 23-18. Harapan Electric untuk memaksakan full set kandas setelah Phonska menyudahi perlawanan dengan skor 25-19.
Usai laga pelatih Phonska Plus Alessandro Lodi mengatakan anak asuhnya sudah tahu dengan menang dua set awal, “Kami sudah memastikan lolos ke grand final,” kata Lodi
Ia pun sudah berencana setelah menang di dua set awal akan memainkan tim pelapis, “Kami mencoba memainkan pemain pelapis, sekaligus menghindari cedera kepada pemain inti,” kata Lodi.
Salah satu pemain Phonska Plus, Geofani mengaku sempat nervous ketika turun tanpa pemain asing, “Kami sempat deg-degan aja saat diturunkan tanpa pemain asing, sementara lawan turun dengan full tim,” kata Geofani.
