Guncangan kuat ini memicu gelombang tsunami kecil di beberapa titik pesisir Sulawesi Utara dan Halmahera. Berdasarkan data monitoring, kenaikan air laut tertinggi tercatat di Minahasa Utara setinggi 0,75 meter dan Belang 0,68 meter.
Sementara wilayah lain seperti Sidangoli, Halmahera Barat, dan Bitung mencatat kenaikan antara 0,2 hingga 0,35 meter.
BMKG mengingatkan bahwa gelombang pertama bukanlah yang terbesar dan waktu tiba gelombang di tiap lokasi dapat berbeda-beda.
Hasil monitoring lanjutan BMKG, tercatat 11 aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pukul 06.50 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5.5. Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5.5) dan pukul 06.12 WIB (M 5.2), yang tidak berpotensi tsunami.
Muhari mengimbau warga di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk tetap tenang namun waspada.
“Segera menjauhi pantai dan muara sungai, serta melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi apabila merasakan gempa kuat atau menerima peringatan resmi,” ujar dia.
