Ia menjelaskan, kondisi tersebut turut memicu ketidakpastian pasar ekspor, fluktuasi harga bahan baku, serta meningkatnya tantangan bagi pelaku usaha dalam negeri.
Oleh karena itu, penguatan produk dalam negeri dinilai menjadi langkah strategis yang harus diprioritaskan.
“Peningkatan penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan langkah konkret untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global,” katanya.
Nurhidayat juga menyoroti komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong belanja produk dalam negeri. Sejak beberapa tahun terakhir, Jakarta dinilai berhasil menjadi salah satu daerah yang konsisten mengimplementasikan kebijakan tersebut, termasuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Ia mengungkapkan, capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh perangkat daerah serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang aktif memprioritaskan produk lokal.
“Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional memiliki peran strategis sebagai penggerak. Apa yang dilakukan di Jakarta hari ini akan memberikan dampak besar bagi penguatan industri nasional secara keseluruhan,” jelasnya.
