Jakarta Garuda Jaya enggan menyerah begitu saja. Dawuda dan Fauzan Nibras sempat membawa harapan bagi timnya setelah memperkecil ketertinggalan menjadi 18-21, bahkan sempat mendekat hingga 20-22. Namun, Samator yang tidak ingin kehilangan momentum kemenangan langsung meningkatkan intensitas tekanan. Samator mencapai match point 24-20 sebelum akhirnya menyudahi laga dengan skor akhir 25-20.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi Garuda Jaya yang didominasi pemain muda potensial. Meskipun mampu memberikan perlawanan di akhir set ketiga, masalah konsistensi di poin-poin kritis masih menjadi kendala utama.
Di sisi lain, Surabaya Samator hanya butuh performa serupa di leg kedua untuk memastikan diri sebagai juara ketiga Proliga 2026. Pengalaman Lyvan Taboada dalam mengatur ritme permainan menjadi kunci sukses Samator meredam agresivitas para pemain muda Garuda Jaya.
Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto mengakui tim asuhannya banyak melakukan kesalahan sendiri. “Beberapa servis gagal sampai dipenerimaan lawan,” kata Nur Widayanto usai laga.
