“Kemarin masyarakat ditenangkan dengan narasi bahwa harga BBM tidak akan naik. Rakyat diminta percaya, diminta tenang. Baru saja masyarakat menyambut dengan sukacita,” ujarnya.
“Tapi apa yang terjadi? Tiba-tiba hari ini harga BBM melonjak sangat tajam, tanpa kesiapan, tanpa empati, tanpa komunikasi,” imbuh politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Apa yang dilakukan Pertamina saat ini, kata dia, sebenarnya sudah menjadi kekhawatiran sejak lama, di mana pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi namun melakukan berbagai langkah substitusi.
Bahkan Mufti sebelumnya sudah mengingatkan agar pemerintah tidak memberi harapan palsu kepada masyarakat dengan tidak menaikkan harga BBM.
“Ternyata Pemerintah benar PHP (pemberi harapan palsu) kepada rakyat,” ucapnya.
Meskipun BBM nonsubsidi umumnya digunakan oleh kalangan menengah ke atas, dampaknya tetap dirasakan secara luas, termasuk masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah.
Belum lagi, fakta sulitnya BBM subsidi ditemukan di sejumlah daerah juga terjadi usai pemerintah memberi kebijakan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi. Ini dinilai sebagai sebuah ironi.
