“Melalui operasi ini, kita berharap para pasien dapat kembali melihat dunia dengan jelas. Ini adalah sebuah harapan sederhana tentang merasakan kembali kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat kita,” ujar Wamenkes Dante saat meninjau pelaksanaan operasi di Vision Center Kapuas, pada pekan ini.
Wamenkes juga menekankan bahwa penguatan layanan ini sangat penting mengingat data nasional menunjukkan setidaknya 48 persen dari 21 juta warga yang telah di skrining kesehatan, dan 6 persen diantaranya mengalami gangguan penglihatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Pelaksanaan operasi ini dilakukan dengan prosedur yang sangat teliti demi menjamin keselamatan pasien melalui dua tahap pemeriksaan ketat. Awalnya, petugas kesehatan bersama kader di lapangan menyaring warga yang memiliki keluhan penglihatan.
Setelah itu, tim dokter ahli dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) melakukan pemeriksaan mendalam, mulai dari pengecekan gula darah hingga pengukuran bola mata untuk menentukan lensa tanam yang paling sesuai. Langkah ini memastikan setiap pasien berada dalam kondisi fisik yang aman sebelum menjalani tindakan bedah.
