“Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman korban. Awalnya sedang menerima tamu, lalu datang dua mobil. Sempat cekcok dan terjadi penganiayaan,” ujar Pras.
Polisi menduga insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman. Informasi sementara menyebutkan korban sempat berselisih dengan salah satu terduga pelaku beberapa hari sebelumnya dalam sebuah acara pengajian.
Meski demikian, polisi masih mendalami motif pasti di balik aksi pengeroyokan tersebut. Identitas para pelaku disebut telah dikantongi dan saat ini dalam pengejaran aparat.
“Pelaku sekitar 10 orang. Identitas sudah kami ketahui dan sedang dalam pengejaran,” kata Pras menambahkan.
Sementara itu, korban yang telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit mengaku tidak menyimpan dendam. Ia justru menduga insiden ini terjadi karena kekhilafan salah satu pelaku yang dikenalnya.
“Mungkin hanya salah paham. Semoga jadi pelajaran bagi saya juga,” ujar Sampurno.
Hingga kini, kepolisian masih memburu para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi di kediaman seorang pejabat desa dan melibatkan aksi kekerasan secara berkelompok.(Vinolla)
