“Jakarta adalah laboratorium hidup transformasi perkotaan di Asia Tenggara. Tantangan iklim, banjir, kemacetan, hingga polusi udara yang kami hadapi bukan penghalang, melainkan pendorong inovasi. Dengan kolaborasi lintas kota dan dukungan mitra internasional, Jakarta siap bertumbuh menjadi kota kelas dunia yang layak huni dan berkelanjutan bagi semua warganya,” ujar Pramono Anung dalam siaran pers tertulisnya, Rabu (22/4/2026).
Di Seoul, agenda kunjungan mencakup penandatanganan nota kesepahaman antara Jakarta dan Jeju, kunjungan ke Seoul Boramae Medical Center, serta Healing Breeze Clinic. Kunjungan ke dua fasilitas kesehatan ini menjadi bagian dari penjajakan kerja sama dan benchmark bagi pengembangan pelayanan kesehatan di Jakarta, khususnya RS Sumber Waras.
Sementara di Jepang, Gubernur Pramono dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Tokyo untuk memperkuat kerjasama antar kota, termasuk tindak lanjut proyek inovasi hijau, diplomasi generasi muda, serta penguatan sinergi Jakarta–Tokyo dalam menjawab tantangan perkotaan di Asia. Ia juga akan menjadi pembicara pada G-NETS Leaders Summit 2026, forum bergengsi para pemimpin kota dunia yang membahas isu keberlanjutan, ketahanan iklim, dan masa depan kota-kota global. Selain itu, terdapat dua agenda lanjutan, yakni menjadi pembicara utama dalam kuliah umum di Kyoto University dan pertemuan dengan Asian Development Bank (ADB).
