Di sisi lain, perkembangan ruang digital juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari meningkatnya risiko kekerasan berbasis gender secara online, perundungan siber, hingga penyalahgunaan data pribadi. Kondisi ini menegaskan bahwa selain memperluas akses, pemanfaatan teknologi yang positif, aman, dan bertanggung jawab menjadi hal yang tidak kalah penting untuk dapat menjadi atensi dan komitmen bersama.
Untuk itu, Telkom memaknai kembali filosofi “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang diwariskan R.A. Kartini, di mana teknologi hadir sebagai pelita yang tidak hanya menerangi, tetapi juga memberdayakan. Melalui Kartini BISA Fest, Telkom menghadirkan pemberdayaan perempuan melalui pendekatan menyeluruh, khususnya dalam mendorong perempuan sebagai penggerak digital UMKM.
Selain mendorong pemberdayaan perempuan dari sisi ekonomi, Telkom turut memberikan perhatian besar terhadap keamanan digital, khususnya bagi generasi muda. Melalui edukasi keamanan digital yang dihadiri 350 peserta, terdiri dari 50 siswi SMP secara offline serta 250 siswi dan guru secara online dari berbagai daerah, Telkom mengangkat pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan bebas dari perundungan.
