BMKG juga mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 92S di Samudra Hindia barat daya Lampung. Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di sejumlah wilayah perairan, seperti selatan Lampung, Kalimantan Barat, dan Laut Arafuru, yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan meningkatkan peluang hujan.
Secara global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase netral. Namun, pada skala regional, Monsun Australia mulai menguat dan membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut menandakan sebagian wilayah mulai memasuki masa peralihan musim. Meski demikian, dinamika atmosfer lain masih berpotensi memicu hujan di berbagai daerah.
Pada periode 17–19 April 2026, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat akan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, dan Papua.
