Selain itu, lokasi tersebut dipastikan aman dari potensi bencana banjir dan tanah longsor serta memiliki ketahanan terhadap gempabumi karena dibangun dengan material berkualitas seperti bata merah, dan pondasi kuat dari batu kali dan tulangan besi sebagai pengikat antar dinding.
“Hari ini saya melihat proses pembangunan 103 unit huntap. Target untuk 70 Kepala Keluarga (KK) di bulan Mei sudah jadi 100 persen dan bisa segera ditempati. Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua,” terang Suharyanto di sela-sela pengecekan lokasi, Senin (20/4).
Lebih lanjut, Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak selama masa transisi menuju pemulihan.
Hingga saat ini, tercatat masih ada 40 KK yang tinggal di Hunian Sementara (Huntara), sedangkan warga lainnya memilih tinggal sementara di rumah kerabat atau menyewa hunian mandiri. Guna meringankan beban warga selama menunggu proses pembangunan huntap selesai, BNPB terus menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600.000 per bulan untuk setiap kepala keluarga.
