Meski laba bersih sedikit terkoreksi secara year-on-year akibat peningkatan biaya keuangan seiring dengan beroperasinya Jalan Tol Jogja–Solo, Perseroan memandang pengoperasian ruas baru ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan kinerja usaha ke depan.
Di samping itu, Perseroan tetap berkomitmen menjaga kesehatan keuangan melalui pengelolaan keuangan yang terukur, serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan yang diiringi peningkatan kualitas layanan kepada pengguna jalan.

Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan volume transaksi di jalan tol sebesar 1,64% year-on-year (yoy) atau mencapai 318,8 juta kendaraan pada Kuartal I 2026, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,5 juta kendaraan.
Hingga saat ini, Perseroan masih menjadi market leader di industri jalan tol nasional dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 KM dari total konsesi sepanjang 1.736 KM. Angka ini merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.
