“Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengelolaan infrastruktur. Jasa Marga terus mengedepankan transformasi infra as structure menjadi infra as culture yang berfokus pada engagement pengguna jalan tol sebagai pusat layanan, sekaligus memperkuat peran Jasa Marga dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan berkeselamatan,” tutup Rivan.
Dari sisi layanan, Perseroan berhasil melayani sekitar 6,9 juta kendaraan selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Keberhasilan ini didukung oleh peningkatan kualitas layanan operasional melalui pemeliharaan infrastruktur jalan tol yang optimal, penambahan petugas dan armada, serta pemanfaatan teknologi terintegrasi melalui Jasamarga Tollroad Command Center.
Perseroan juga terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM, serta meningkatkan fasilitas di Travoy Rest dan rest area di seluruh ruas tol Jasa Marga Group.
Selain itu, melalui program Mudik Gratis BUMN 2026, Jasa Marga juga memberangkatkan 30 armada bus dengan total sekitar 1.500 peserta menuju berbagai kota di Pulau Jawa, sebagai bentuk kontribusi nyata Perseroan dalam mendukung kelancaran mobilitas nasional sekaligus memberikan manfaat sosial selama periode Lebaran.
