Selain itu, keikutsertaan dalam pelatihan internasional ini juga memberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai negara. “Interaksi dengan peserta dari berbagai negara membuka wawasan baru terkait pendekatan dan tantangan yang dihadapi masing-masing negara. Hal ini menjadi bekal penting dalam pengembangan sistem keamanan nuklir yang lebih komprehensif di Indonesia,” tambah Irvan.
Ke depan, hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat didiseminasikan di lingkungan BRIN serta diintegrasikan dalam kegiatan riset, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan nuklir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BRIN dalam mendukung pengembangan teknologi nuklir yang aman, andal, dan berkelanjutan di Indonesia. (ahmad)
