Dalam persiapan menghadapi persaingan berat dan ketat di Asian Games mendatang, kelima petinju sudah digembleng di Pelatnas sejak Februari lalu. Penggemblengan untuk dasar dilakukan di HS Boxing Camp.
Setelah itu para petinju akan dikirim ke Vietnam selama satu bulan dan selanjutnya terbang Uzbekistan. Di negara raksasa tinju Asia itu, Vicky dan kawan-kawan menjalani latihan dan latih tanding selama tiga bulan.
“Kita ketat. Setelah di Uzbekistan tidak boleh ada yang balik ke Indonesia. Kita takut kondisi akan menurun seperti biasanya karena terlalu sering ketemu saudara, teman atau mungkin pacar. Makannya juga tidak teratur,” tegasnya.
Hengky yang juga Anggota Komite Eksekutif KOI itu mengemukakan, dari Uzbekistan pera petinju langsung ke Nagoya. Selama menjadi latihan di luar negeri, Perbati akan memonitor dengan ketat evaluasi hasil latihan dan uji tanding para petinju. Penerapan latihan dilakukan dengan disiplin ketat pula.
“Kita harus strong demi prestasi. Mudah-mudahan dengan persiapan ini, apalagi di Uzbekistan mereka bisa sparring dengan juara-juara olimpiade, apa yang kita harapkan bisa terwujud. Perbati hadir kan untuk menciptakan generasi emas tinju amatir yang berprestasi di kancah internasional,” paparnya.
