Menkes juga menekankan pentingnya penguatan layanan promotif dan preventif untuk menekan angka penyakit jantung yang menjadi salah satu pembiayaan terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Penyakit jantung merupakan salah satu pembiayaan terbesar di BPJS. Faktor risikonya seperti hipertensi, diabetes, dan merokok harus dikendalikan sejak dini, mulai dari Puskesmas melalui deteksi dini dan pengobatan awal,” jelasnya.
Ke depan, Kementerian Kesehatan juga mendorong pemanfaatan teknologi di layanan primer, termasuk penggunaan EKG dan terapi awal di Puskesmas untuk menekan rujukan dan beban rumah sakit.
Selain itu, Menkes mengungkapkan bahwa fasilitas di gedung baru ini akan dilengkapi dengan teknologi mutakhir, termasuk robot bedah canggih Da Vinci yang dijadwalkan hadir pada November 2026.
“Robot bedah paling canggih, Da Vinci, akan segera hadir di sini. Ini akan semakin meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat kita,” ujarnya.
Direktur Utama RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Iwan Dakota, menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas layanan sekaligus menekan angka pasien yang berobat ke luar negeri.
