“Gedung ini akan meningkatkan kapasitas tempat tidur dari 400 menjadi 800. Selain itu, fasilitas dan teknologi yang ada akan mampu bersaing dengan rumah sakit di negara tetangga, bahkan Jepang,” ujar Iwan.
Ia juga menambahkan bahwa gedung ini akan menjadi pusat pendidikan dan kolaborasi internasional di bidang kardiovaskular.
“Setiap tahun, Tokushukai Group mengirimkan dokter dan perawat untuk belajar di sini. Ke depan, kami juga akan memperkuat kolaborasi riset dengan Jepang dan negara lain,” jelasnya.
RS Jantung Harapan Kita tetap berkomitmen memberikan layanan kepada peserta JKN, dengan proporsi pasien BPJS mencapai 70–80 persen.
“Kami tetap melayani mayoritas pasien BPJS. Namun, dengan fasilitas berkelas dunia ini, kami juga membuka layanan bagi pasien umum, termasuk untuk mengurangi masyarakat yang berobat ke luar negeri,” tambahnya.
Sementara itu, Chairman Tokushukai Medical Group, Shinichi Higashiue, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan pusat jantung ini sebagai yang terbaik di kawasan.
