“Pendekatan ini memungkinkan kami menangkap kondisi riil di lapangan, sehingga setiap respons yang diberikan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi peserta,” tambahnya.
Abdi menyebut, pemilihan lingkungan sekolah, seperti SMAN 8 Jakarta, menjadi bagian dari strategi BPJS Kesehatan untuk menjangkau generasi muda sejak dini.
Selain sebagai peserta potensial, pelajar dinilai memiliki peran sebagai agen perubahan yang dapat mendorong pemahaman keluarga dan lingkungan sekitarnya terhadap pentingnya Program JKN.

Untuk meningkatkan literasi, BPJS Kesehatan melibatkan Duta Muda BPJS Kesehatan sebagai ujung tombak penyebaran informasi JKN di lingkungan sekolah.
Kehadiran mereka diharapkan dapat membantu siswa memahami JKN dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.
“Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa Program JKN adalah tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting untuk ikut menjaga keberlangsungan program ini, dimulai dari lingkungan terdekat mereka,” kata Abdi.
