“Namun yang seharusnya menjadi motivasi justru berujung kekecewaan. Kita tiba-tiba berhenti bermain dan mulai memberi ruang di lini pertahanan yang seharusnya tidak terjadi, hingga akhirnya kebobolan,” lanjutnya.
Situasi semakin sulit bagi Persija di babak kedua setelah harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah. Mauricio menyebut kondisi tersebut sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
“Di babak kedua, pertandingan sepenuhnya berubah karena kartu merah. Sangat sulit bermain dengan satu pemain lebih sedikit. Ditambah lagi beberapa pemain belum berada dalam performa terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Persija, Doni Tri Pamungkas, mengakui laga berjalan keras dan hasil yang didapat jauh dari harapan tim.
“Pertandingan hari ini sangat keras. Ini bukan hasil yang kami inginkan, tapi menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi laga-laga selanjutnya,” ujarnya.
Kekalahan ini membuat Persija tertahan di peringkat ketiga klasemen dengan 52 poin, sekaligus memperpanjang tren tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir setelah sebelumnya bermain imbang melawan Dewa United FC dan Borneo FC. Jarak dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung, pun semakin melebar.
