Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Perusahaan Pers Terancam di Era Perdagangan Global, SPS Dorong Keadilan dan Perkuat Kedaulatan Media
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > Perusahaan Pers Terancam di Era Perdagangan Global, SPS Dorong Keadilan dan Perkuat Kedaulatan Media
Nasional

Perusahaan Pers Terancam di Era Perdagangan Global, SPS Dorong Keadilan dan Perkuat Kedaulatan Media

SPS menilai perusahaan pers saat ini menghadapi tekanan berat dengan peralihan belanja iklan ke platform global semakin besar.

Timur
Timur Published 13 Apr 2026, 14:07
Share
3 Min Read
Ketua Komis Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi. Foto: Dok SPS
Ketua Komis Digital dan Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi. Foto: Dok SPS
SHARE

IPOL.ID – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat menegaskan bahwa keterbukaan perdagangan internasional, termasuk melalui skema Agreement on Related Trade (ART), tidak boleh menggerus kedaulatan media nasional.

Dalam diskusi yang digelar di Jakarta belum lama ini, isu kedaulatan media menjadi sorotan utama. Forum yang melibatkan pemerintah, regulator, hingga pelaku industri media tersebut menekankan bahwa liberalisasi ekonomi harus berjalan seimbang dengan perlindungan terhadap perusahaan pers nasional.

Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, menyampaikan bahwa ART merupakan instrumen penting untuk memperluas akses pasar dan memperkuat hubungan dagang global. Meski demikian, ia memastikan pemerintah tidak akan mengorbankan kepentingan nasional, khususnya sektor media.

“Pemerintah pada prinsipnya pro-perdagangan, tetapi tetap menjaga ruang regulasi domestik. Industri media nasional tidak boleh dirugikan,” ujarnya.

Baca Juga

sri mulyani tarif trump
Menkeu ASEAN Siapkan Langkah ‘Lawan’ Tarif Trump, Sri Mulyani: Itu Merusak Sistem Perdagangan Global
SPS Pusat Umumkan Pengurus Periode 2023-2027
Peran Penting Akreditasi untuk Mendukung Perdagangan Global

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan publisher rights tetap menjadi rujukan utama, terutama dalam menjaga keseimbangan antara platform digital dan perusahaan pers. Pemerintah, kata dia, mendorong adanya regulasi yang menempatkan platform digital dan media sosial dalam posisi setara dengan media pers, guna menciptakan ekosistem informasi yang adil.

Sementara itu, anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Digital dan Sustainability, Dahlan Dahi, menekankan bahwa kedaulatan pers tidak bisa dinegosiasikan dalam perjanjian internasional mana pun. Ia mengingatkan potensi risiko dari ART, termasuk kemungkinan terbukanya kepemilikan asing hingga 100 persen di sektor media, yang dinilai bertentangan dengan Undang-Undang Pers.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya perlindungan publisher rights sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024. Menurutnya, aturan tersebut harus tetap menjadi dasar dalam mengatur relasi antara platform digital dan perusahaan pers, termasuk soal lisensi, distribusi data, dan skema bagi hasil.

“Jangan sampai kedaulatan kepemilikan konten media, karya jurnalistik, dan prinsip keadilan platform justru dilemahkan,” tegasnya.

Dari sisi industri, SPS mengungkapkan bahwa perusahaan pers saat ini menghadapi tekanan berat. Peralihan belanja iklan ke platform global, menyusutnya ruang redaksi, hingga meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi tantangan nyata yang mengancam keberlangsungan jurnalisme berkualitas.

Tak hanya itu, penggunaan karya jurnalistik oleh teknologi kecerdasan buatan tanpa kompensasi yang adil juga memperlemah posisi tawar perusahaan pers dalam ekosistem digital.

SPS menilai persoalan ini bukan semata isu regulasi, melainkan menyangkut keadilan ekonomi dalam industri informasi—siapa yang mendapatkan manfaat dari kerja jurnalistik yang diproduksi media nasional.

Diskusi ini menegaskan bahwa Indonesia tetap terbuka terhadap perdagangan global. Namun, keterbukaan tersebut harus disertai komitmen kuat untuk menjaga kedaulatan media nasional, yang mencakup kepemilikan, distribusi konten, monetisasi berita, serta supremasi regulasi nasional.

SPS menekankan, tanpa perlindungan yang memadai, industri pers nasional berisiko semakin tertekan di tengah arus globalisasi ekonomi. Karena itu, keseimbangan antara kepentingan ekonomi global dan keberlangsungan perusahaan pers dalam negeri menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan strategis ke depan. (tim)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Dahlan Dahi, M Qodari, perdagangan global, Serikat Perusahaan Pers, Sistem Perdagangan Global, sps
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article mbg i Viral Perbandingan Menu MBG dan Bento Super Indo, Publik Soroti Kualitas dan Porsi
Next Article Menkomdigi Meutya Hafid saat menerima audiensi startup Gambit Hunter dan Ambisius Lab di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Jumat (10/04/2026). Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi Kemkomdigi Gandeng Startup AI, Bidik Judi Online hingga Kualitas Informasi Publik

TERPOPULER

TERPOPULER
Gedung Merah Putih KPK. Foto: Dok ipol.id/Yudha Krastawan
HeadlineHukum

Periksa 2 ASN, KPK Usut Aliran Uang Proyek DJKA Kemenhub

Jakarta Raya
Berkurban 5 Ekor Sapi, Legislator PAN Tunjukan Komitmen untuk Bantu Rakyat
29 May 2026, 12:58
Jakarta Raya
Polres Jaksel Gelar Razia Antisipasi Kejahatan Jalanan, Pencurian Motor dan Peredaran Narkoba
29 May 2026, 16:59
Headline
Jay Idzes Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
29 May 2026, 19:15
Jakarta Raya
Tragis! Pria Asal Kemayoran Ditemukan Tewas di Kawasan Danau Sunter
29 May 2026, 21:15
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?