Menurutnya, upaya pemberdayaan perempuan harus dilakukan secara sinergis oleh seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, hingga masyarakat dan media.
“Perempuan harus menjadi subjek pembangunan yang memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara. Semangat Kartini hari ini bukan hanya soal membuka akses, tetapi memastikan perempuan memiliki pilihan, suara, dan kendali atas hidupnya,” tegasnya.
Peringatan Hari Kartini ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memastikan perempuan Indonesia dapat hidup sehat, berdaya, dan bermartabat. “Habis gelap, terbitlah terang. Terang itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus kita hadirkan melalui kerja nyata bersama,” pungkas Menteri PPPA.
Usai upacara, Kementerian PPPA bersama Artha Graha Peduli menyalurkan 1.000 paket bantuan sembako kepada masyarakat Kabupaten Rembang. Bantuan tersebut diserahkan kepada pemerintah daerah untuk didistribusikan kepada perempuan rentan secara sosial dan ekonomi, serta anak-anak yang mengalami stunting.
