“Itu artinya, pembinaan kita berjalan dengan baik dan konsisten sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang positif. Ini penting kenapa? Karena, kita tahu nanti pada bulan Oktober akan ada Olimpiade Remaja (Youth Olympic), dimana wushu akan dipertandingkan. Jadi hasil saat ini merupakan modal awal bagi kita semua untuk memperoleh tiket ke Youth Olympic yang akan diadakan di Dakkar, Senegal 2026,” kata Gunawan Tjokro.
Diungkapkan oleh Gunawan, International Wushu Federation (IWUF) juga sedang berusaha keras, dengan seluruh dukungan semua negara, ingin membawa wushu bisa masuk ke Olimpiade. Diharapkan, pada Olimpiade tahun 2032, wushu akan dipertandingkan lagi.
Dalam bagian lain, Komjen (Purn) Setyo Wasisto menyoroti dalam olahraga, hasil dilihat dari pembinaan. Ketika pembinaanya benar, maka bisa melihat prestasinya dihasilkan. “Alhamdulillah, atas kerja sama dari seluruh stakeholder yang terkait, baik atlet, pelatih, para pendukung, orang tua, terutama orang tua ini. Orang tua yang kita ucapkan terima kasih banyak telah mendukung anak-anaknya untuk bisa berprestasi di olahraga wushu,” ujarnya.
Setyo Wasisto juga mengharapkan tentunya masyarakat Indonesia memahami bahwa olahraga wushu ini bukan olahraga yang bisa short cut langsung berprestasi. Ini adalah proses. Ketika bermain pada usia yang sudah lanjut, maka akan sulit berprestasi. Maka, PB WI selalu menekankan pembinaan mulai dari junior.
“Junior ini adalah cikal bakal nanti atlet-atlet senior yang akan bertanding di tingkat dunia. Yang akan mengharumkan nama bangsa. Sekali lagi, kami mengharapkan hubungan dari seluruh masyarakat, pemerintah, dan seluruh stakeholder yang terkait mendukung olahraga wushu ini untuk bisa berprestasi di tingkat dunia,” tuturnya.
