Menyinggung tentang kuota atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade Junior nanti, baik Ngatino maupun Gunawan Tjokro menyatakan masih menunggu keputusan dari Federasi Wushu Internasional (IWUF). Pasalnya, IWUF akan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil dari kejuaraan dunia di China kali ini.
“Persaingan ke Youth Olympic ini sangat sedikit sekali kuotanya, sangat kecil sekali. Dengan demikian, perwilayah kuotanya sangat kecil, jadi sangat kompetitif. Tentu, seperti saya katakan tadi, dengan sukses di China ini, tentu ini merupakan salah satu juga proses menuju ke Youth Olympic nanti,” terang Gunawan.
Namun menurut Gunawan, sampai hari ini, PB belum menentukan jumlah atlet yang akan dikirim. Ini karena kuotanya belum pasti. “Mudah-mudahan, dari hasil yang kita peroleh ini kita bisa lolos ke Youth Olympic.”
Kemudian Ngatino menambahkan, nanti dari hasil kejuaraan dunia ini, IWUF akan memverifikasi, kemudian tentu akan menerbitkan surat keputusan siapa-siapa yang akan lolos ke Dakkar. Dia memperkirakan Indonesia akan mampu meloloskan atlet ke Dakkar sesuai dengan hasil yang diraih di kejuaraan dunia. “Apalagi kami Januari lalu juga sudah mengirimkan, dipanggil oleh IWUF, untuk berlatih bersama di China untuk persiapan ke Youth Olympic,” paparnya.
Setelah kejuaraan dunia ini, pembinaan para atlet berjalan terus dengan dukungan Dewan Kehormatan dan pengurus serta tentunya kerja sama dengan daerah-daerah. Ngatino mengemukakan daerah juga kontribusinya luar biasa untuk pembinaan di daerahnya.
Prestasi Dunia Timnas Wushu Junior Indonesia, Airlangga: Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Menuju Youth Olympic Games 2026
