“Indo Haus Market merupakan bentuk kolaborasi yang dikembangkan di setiap titik penetrasi market di Australia. Melbourne ini memiliki keunikan market yang kita lihat sophisticated, sehingga cocok juga untuk UMKM Indonesia. Peluangnya besar sekali untuk UMKM dapat memanfaatkan fasilitasi oleh Pemerintah untuk mendukung UMKM potensial.” kata Bapak Jatmiko.
Momentum ini turut dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk menjajaki peluang kerja sama bisnis dengan mitra potensial di Australia. Melalui kegiatan ini, diestimasi potensi transaksi awal mencapai AUD 20.000, yang didukung melalui skema pendampingan yang tepat dan berkelanjutan.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong optimalisasi potensi ekspor produk Indonesia ke pasar Australia yang masih terbuka luas. Berdasarkan analisis International Trade Centre (ITC), potensi ekspor Indonesia ke Australia mencapai sekitar USD 5,1 miliar. Beberapa komoditas unggulan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM antara lain produk alas kaki berbahan karet dengan potensi hingga USD 78 juta serta furnitur kayu dengan potensi mencapai USD 54 juta.
