Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, menjelaskan bahwa program ini terintegrasi dengan pembinaan grassroots yang telah berjalan melalui kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge dan HydroPlus. Dari program tersebut, PSSI telah mengantongi database sekitar 40 ribu pemain putri.
Sebagai bagian dari program, PSSI akan mengirim 28 delegasi Timnas Putri U-17 ke pusat pelatihan Clairefontaine, Prancis. Rombongan terdiri dari 20 pemain dan 8 ofisial yang merupakan hasil seleksi gabungan dari Timnas U-17 dan kompetisi grassroots.
“Mereka akan menjalani enam sesi latihan dan satu laga uji coba melawan tim akademi di sana,” jelas Vivin.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi lebih luas, termasuk untuk sepak bola putra, terutama di level usia muda seperti U-17 dan U-20.
Namun, ia mengingatkan bahwa pemain muda harus membuktikan kualitasnya di dalam negeri terlebih dahulu sebelum berkarier di luar negeri. Aspek perlindungan pemain (safeguarding) juga menjadi perhatian penting agar tidak terjadi eksploitasi, termasuk praktik penipuan berkedok penyaluran ke klub luar negeri.
