Tak hanya sektor energi, proyek hilirisasi tahap kedua juga mencakup pengembangan industri berbasis sumber daya alam lainnya. Di antaranya adalah pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim oleh MIND ID bersama Pertamina, serta pembangunan fasilitas stainless steel berbasis nikel di Morowali oleh Krakatau Steel.
Proyek lainnya meliputi produksi baja karbon di Cilegon, pengembangan aspal Buton di Karawang, hingga hilirisasi tembaga dan emas di Gresik yang melibatkan PINDAD dan MIND ID.
Di sektor perkebunan, hilirisasi juga dilakukan melalui pengolahan kelapa sawit menjadi produk oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei oleh PT Perkebunan Nusantara, serta pengembangan produk pala dan kelapa terintegrasi di Maluku Tengah.
Secara keseluruhan, 13 proyek ini dirancang untuk memperkuat struktur industri nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Program hilirisasi tahap kedua ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan berbasis industrialisasi dan pemanfaatan sumber daya domestik secara optimal. (bam)
