
Dirinya berharap melalui Bodjong Night Market akan banyak terjadi perputaran uang yang muaranya akan memberikan keuntungan bagi para pelaku UMKM.
“Kami berharap kehadiran pasar malam ini mampu memberikan ruang yang luas bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang, serta menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang,” pungkas Agustina.
Program Waras Ekonomi dirancang dengan pendekatan menyeluruh, dimulai dari pendataan (sensus) terhadap sekitar 30 ribu UMKM di Kota Semarang. Dari proses ini, Pemkot Semarang akan melakukan klasifikasi untuk mengetahui kebutuhan riil pelaku usaha, mulai dari legalitas, sertifikasi, hingga kapasitas produksi.

Hasil identifikasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kurasi oleh Dekranasda serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Pendampingan tidak selalu berbentuk bantuan finansial, tetapi juga berupa akses jejaring, peningkatan kualitas produk, hingga penguatan strategi pemasaran.
“Kadang yang dibutuhkan bukan modal, tetapi akses. Ditunjukkan jalannya, dipertemukan dengan mitra, atau diperbaiki kualitas produknya. Itu yang kita lakukan,” kata Agustina.
