Kini, kebangkitan Timnas tidak hanya terlihat dari performa di lapangan, tetapi juga dari perubahan budaya di tribun.
“Stadion sekarang bukan sekadar tempat pertandingan. Ini sudah jadi ruang budaya. Semua kalangan hadir—anak-anak, perempuan, keluarga. Ini tentang kebanggaan sebagai orang Indonesia,” ujar Sakti Parantean, Executive Produser Fremantle Indonesia.
Pengorbanan yang Tak Terlihat
Dari sudut pandang pelatih, dokumenter ini membuka sisi perjuangan yang jarang diketahui publik.
“Pemain harus menempuh perjalanan jauh, bahkan dari luar negeri, jauh dari keluarga. Mereka juga harus menjaga disiplin tinggi dan menghadapi ekspektasi besar dari masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, film ini menjadi bentuk apresiasi atas pengorbanan tersebut.
Supporter: Pemain ke-12 yang Diabadikan
Tak hanya pemain, film ini juga memberi ruang bagi supporter sebagai bagian penting dari perjalanan Timnas.
Perwakilan supporter mengaku antusias karena pengalaman mereka akhirnya diangkat ke dalam cerita.
“Kami juga punya perjuangan—perjalanan jauh, kendala saat away game, sampai momen emosional di stadion. Itu semua sekarang diabadikan,” ujarnya.
