AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang sejauh ini, menurut otoritas Iran.
Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.
Pemerintah AS mencatat sedikitnya 13 personel militernya tewas sejak konflik pecah. Situasi ini juga turut memicu lonjakan harga energi global serta mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.
Trump menegaskan tujuan utama pemerintahannya, yakni mencegah Iran memiliki senjata nuklir, telah tercapai.
“Mereka tak akan memiliki senjata nuklir. Dan tujuan itu telah tercapai,” ujar Trump.
Ia juga mengklaim serangan militer AS telah melemahkan kemampuan militer Iran, bahkan memperkirakan butuh waktu 15 hingga 20 tahun bagi Teheran untuk pulih.
“Jika mereka datang ke meja perundingan, itu akan baik. Tapi tidak masalah apakah mereka datang atau tidak, kami telah membuat mereka mundur,” katanya.
