Igo menambahkan, ketika api muncul masih tidak begitu besar, tetapi dalam waktu singkat, kobaran api perlahan terus membesar hingga membuat dia panik.
Sehingga dia memilih menjauh dari kobaran api, menyelamatkan diri karena khawatir bakal terjadi ledakan.
“Saya tinggal lari takutnya kenapa-napa kan bisa saja meledak tiba-tiba, kan tidak tahu, bensin soalnya masih di dalam tuh,” tukasnya.
Beruntung, dia dibantu warga sekitar kejadian yang sempat berupaya membantu memadamkan api yang berkobar dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Dia juga turut berupaya memadamkan api dengan jaket dipakainya, namun sayangnya upaya itu tidak berbuah hasil/tidak padam.
“Saya ngambil jaket, saya tutupin apinya, tapi karena bensinnya full tetap saja api besar, dipadamkan pakai APAR juga tidak mempan,” tambah remaja itu.
Akibatnya seluruh barang yang berada di dalam motor turut hangus terbakar, di antaranya, termasuk berkas wisuda yang baru saja diambil dari kampus.
“Iyaa habis semua berkas itu,” ujarnya.
Kemudian api baru dapat dipadamkan sesaat setelah Igo melaporkan kejadian ke Damkar melalui call center 112. Pemadaman dilakukan petugas Damkar setempat dengan mengerahkan tiga personel.
