IPOL.ID — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan Praja Pratama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang tergabung dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan gelombang ketiga di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, agar mampu menjaga konsistensi kinerja. Ia menegaskan, gelombang ini berpotensi menjadi penugasan terakhir sehingga praja dituntut mengakhiri masa pengabdian di Aceh Tamiang dengan baik tanpa meninggalkan catatan negatif.
Penegasan tersebut disampaikannya saat menjadi pembina apel penerimaan Satuan Praja Pratama (praja tingkat satu) di Aceh Tamiang, Rabu (1/4/2026). Dalam arahannya, Bima juga mengingatkan kondisi Aceh Tamiang tiga bulan lalu yang berada dalam situasi sulit, dengan keterbatasan sarana dasar serta aktivitas pemerintahan yang sempat terhenti.
“Tiga bulan lalu tempat ini betul-betul lumpuh. Suasananya jauh berbeda ketika senior kalian memasuki tempat ini. Suasananya mencekam, tidak ada penerangan, tidak ada air, aktivitas lumpuh semua,” ujarnya.
