Sebagai ojek pangkalan, Edi hanya bisa melihat aksi pelaku saja dan berharap pihak kepolisian bisa menangkap para pelaku.
“Saya juga takut sama warga kalau nangkap atau ngasih tahu karena suka melawan mereka,” katanya.
Sementara, Nurgalizah, 24, salah satu pengguna JPO Stasiun Jatinegara mengaku sering melihat gerombolan anak muda di lokasi.
Dia tidak mengetahui kalau mereka adalah komplotan copet yang sering beraksi di sana.
“Saya kalau bawa tas gemblok itu pasti di depan, karena takut kan lihat mereka juga,” jelas Nur.
Dia menilai mereka adalah pedagang kaki lima tapi setelah diperhatiin tidak membawa barang dagangannya.
Dia menyatakan sering melihat anak-anak tersebut sedang menenggak minuman keras.
“Ada gelar plastik, terus sama di plastik es itu kaya minuman warna hitam-hitam gitu. Mungkin dia beraksi setelah mabuk-mabukan,” tutupnya. (Joesvicar Iqbal)
