Memasuki Maret, mobilitas wisata semakin meningkat, didorong oleh momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran. Selama periode 13 hingga 29 Maret 2026, tercatat 12,77 juta perjalanan menuju destinasi prioritas dan regeneratif—melonjak 18,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Momentum libur nasional dinilai menjadi faktor penting dalam menggerakkan sektor pariwisata. Selain meningkatkan jumlah perjalanan, aktivitas ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama bagi pelaku usaha pariwisata dan UMKM di berbagai daerah.
Menariknya, jumlah perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri justru mengalami penurunan. Pada Februari 2026 tercatat 701.070 perjalanan, turun 7,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menciptakan surplus kunjungan wisatawan ke Indonesia sebesar 0,46 juta pada Februari, dan 0,64 juta secara kumulatif Januari–Februari, yang berkontribusi positif terhadap devisa negara.
Untuk menjaga tren ini, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia terus memperkuat berbagai program strategis. Salah satunya melalui Karisma Event Nusantara (KEN) yang sepanjang 2026 akan mendukung 125 event di 38 provinsi. Hingga awal April, lima event telah sukses diselenggarakan.
