Selain itu, promosi internasional juga semakin digencarkan melalui partisipasi dalam pameran global, misi penjualan, serta business matching yang pada Maret 2026 saja berpotensi menghasilkan devisa hingga Rp17,2 triliun.
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menambahkan bahwa penguatan manajemen krisis menjadi fokus penting ke depan. Pemerintah juga terus memantau rute penerbangan internasional serta menyesuaikan strategi promosi ke pasar potensial seperti Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, sektor pariwisata Indonesia diyakini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat luas. (bam)
